Sabtu, 07 Januari 2012

Biografi : Sokarno (Presiden 1 Indonesia) Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, pada tanggal enam 1901 - meninggal di Jakarta, pada 21 Juni 1970 di usia 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang memegang kantor pada periode 1945-1966.


Ketika lahir, Soekarno diberi nama Kusno Sosrodihardjo oleh orang tua. Karena ia sering sakit dan kemudian ketika lima tahun ini berganti nama dengan nama ayahnya Sukarno.The diambil dari seorang panglima perang dalam kisah nama Bharata Yudha Karna.The yaitu "Karna" untuk "Karno" karena di Jawa surat bahasa "yang" berubah menjadi "o" sementara awalan "su" berarti "baik".
Di kemudian hari ketika Presiden Indonesia, Soekarno digantikan oleh mengeja nama itu sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Dia masih menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan adalah tanda tangan yang terkandung dalam Proklamasi Kemerdekaan Teks Indonesia. Nama akrab bagi Soekarno, Bung Karno.


 Achmed Soekarno
Di beberapa negara Barat, nama Soekarno kadang-kadang ditulis Achmed Soekarno. Hal ini terjadi karena ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat, beberapa wartawan bertanya-tanya, "Apa nama Sukarno kecil?" Karena mereka tidak mengerti kebiasaan sebagian besar orang di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama saja, atau tidak memiliki keluarga nama. Entah bagaimana, seseorang lalu menambahkan nama di depan nama Achmed Soekarno. Hal ini juga terjadi di beberapa Wikipedia, seperti wikipedia bahasa Ceko, bahasa Wales, Denmark, Jerman, dan Spanyol.
Achmed Soekarno menyatakan bahwa kegagalan itu dengan nama ketika ziarah ke Mekah. Dalam beberapa versi lain, disebutkan di depan nama nama Achmed Soekarno, dilakukan oleh para diplomat muslim asal Indonesia yang sedang melakukan misi luar negeri dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh negara-negara Arab.

 
Kehidupan
Anak dan remaja
Soekarno dilahirkan dengan ayah yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Keduanya bertemu ketika Raden Soekemi yang merupakan guru sekolah dasar ditempatkan pada Pribumi di Singaraja, Bali. Nyoman Rai adalah ningrat dari Bali dan Hindu Raden Soekemi sendiri sementara muslim. Mereka sudah memiliki seorang putri bernama Sukarmini sebelum Soekarno lahir. Ketika Soekarno kecil tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.
Dia hadir pertama kalinya di Pengadilan Tulung sampai akhirnya dia pindah ke Mojokerto, mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota. Di Mojokerto, ayahnya Soekarno masuk ke Eerste inlandse School, sekolah tempat ia bekerja. Kemudian pada Juni 1911 Soekarno pindah ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk membuatnya lebih mudah diterima di Hoogere Burger School (HBS). Pada tahun 1915, Soekarno telah menyelesaikan pendidikan di ELS dan keberhasilan transfer ke HBS. Di Surabaya, Jawa Timur. Hal ini dapat diterima di HBS untuk bantuan seorang teman ayahnya yang disebut HOS Tjokroaminoto. Tjokroaminoto bahkan memberi tempat berlindung untuk Soekarno di rumah penampungan. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin SI, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto kemudian, seperti Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis. Soekarno kemudian aktif dalam organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi nama organisasi Budi Utomo.The maka dia mengubahnya ke Jong Java (Pemuda Jawa) pada tahun 1918. Selain itu, Soekarno juga aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.
Lulus HBS tahun 1920, Soekarno pergi ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, jurusan teknik sipil dan lulus pada tahun 1925. Sementara di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi, yang merupakan anggota SI dan sidekick Tjokroaminoto.Di, di mana ia berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr Douwes Dekker, yang adalah seorang pemimpin organisasi Nasional Indische Partij.

 
Kemajuan Politik
Masa pergerakan nasional
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studi Klub di Bandung, yang merupakan hasil inspirasi dari Dr Studi Indonesische Club. Soetomo. organisasinya menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia, didirikan pada tahun 1927. Kegiatan dalam PNI Soekarno disebabkan ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929, dan menyebabkan pledoi fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.
Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Tapi semangat-nya masih menyala seperti yang tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang guru Persatuan Islam, Ahmad Hasan.In 1938 sampai 1942, Soekarno diasingkan ke Bengkulu Province.New Soekarno-bebas kembali selama pendudukan Jepang pada tahun 1942

 
Pendudukan Jepang
Pada periode awal kolonial Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang tidak melihat gerakan tokoh-tokoh Indonesia terutama untuk "mengamankan" keberadaannya di Indonesia. Hal ini terlihat pada Gerakan 3A dengan karakter dan Mr Shimizu. Syamsuddin yang kurang populer.
Tapi akhirnya, perhatian pemerintah pendudukan Jepang dan sekaligus memanfaatkan tokoh-tokoh Indonesia terkemuka seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan lain-lain di masing-masing organisasi dan lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh-tokoh seperti Sukarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, KH Mas Mansyur dan lainnya yang disebut dan terlihat sangat aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meskipun beberapa melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena mereka berpikir Jepang adalah fasis yang berbahaya.
Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan sebelum pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meskipun kami bekerja sama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan percaya dan mengandalkan kekuatan mereka sendiri.
Ia aktif dalam persiapan kemerdekaan Indonesia bisnis, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar fundamental dari pemerintah Indonesia, termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok.
Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo Indonesia mengundang para pemimpin Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Rachel Saint) dengan tiga angka adalah Indonesia. Penganugerahan Bintang membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena itu berarti bahwa Indonesia adalah sosok ketiga dianggap keluarga kekaisaran Jepang itu sendiri. Pada bulan Agustus 1945, ia diundang oleh Marsekal Terauchi, kepala Angkatan Darat Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri.
Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi yang dibentuk oleh Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang, antara lain, dalam kasus romusha.

 

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar